jump to navigation

Bukan Untuk Marah Januari 19, 2012

Posted by layyuddi in Sharing story.
Tags: ,
add a comment

Ada seorg tuan menyukai bunga anggrek. Pd saat ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kpd bawahannya, hrs hati-hati merawat bunga anggreknya.

Selama kepergiannya, bawahannya dgn teliti memelihara bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pd suatu hari ketika sdg menyiram bunga anggrek trsbt, tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon sehingga semua pohon anggrek berjatuhan & pot anggrek itu pecah berantakan & pohon anggrek berserakan.

Para bawahannya ketakutan, menunggu tuannya pulang & meminta maaf sambil menunggu hukuman yg akan mrk terima.

Setelah sang tuan pulang mendengar kabar itu, lalu memanggil para bawahannya, dia tidak marah kpd mrk, bahkan berkata, “Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adlh utk dipersembahkan kpd org yg suka melihatnya & yg kedua adlh utk memperindah lingkungan di daerah ini, bukan demi utk marah saya menanam pohon anggrek ini.”

Perkataan tuan ini sungguh benar, “Bukan demi utk marah menanam pohon anggrek.”

Dia bisa demikian toleran, krn walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek. Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tsb, tidak menimbulkan kemarahan dlm hatinya.

Sedangkan kita dlm kehidupan kita, sering terlalu byk kekhawatiran, terlalu peduli pd kehilangan & mendapatkan, sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia.

Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak:
•» “Bukan demi marah menjadi sahabat.”
•» “Bukan demi marah menjadi suami istri.”
•» “Bukan demi marah melahirkan & mendidik anak.”
•» “Bukan demi marah menjadi atasan dan pemimpin.”
•» “Bukan demi marah menjadi sakit dan tidak berdaya.”

Maka kita bisa mencairkan rasa marah & kesusahan yg ada dlm hati kita & merubahnya menjadi rasa damai.

Setelah membaca artikel ini, saat emosimu tinggi dan hendak bertengkar (dgn siapapun jg), ingatlah perjumpaan kalian di dunia, bukan utk  marah…:D

Hidup adalah Pilihan….

Air Supply – Goodbye lyrics Januari 17, 2012

Posted by layyuddi in Music.
Tags: , , , ,
add a comment

Writer: THOMPSON, LINDA / FOSTER, DAVID

I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I’ll never criticize all you’ve ever meant to my life

[Chorus]
I don’t want to let you down
I don’t want to lead you on
I don’t want to hold you back
From where you might belong
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can’t live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There’s nothing left to say but good-bye
You deserve the chance at the kind of love
I’m not sure I’m worthy of
Losing you is painful to me

(Chorus) You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can’t live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There’s nothing left to try
Though it’s gonna hurt us both
There’s no other way than to say good-bye

Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000 Januari 16, 2012

Posted by layyuddi in Sharing story.
Tags: ,
add a comment

Uang Rp 1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia… pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar dimasyarakat.

 

Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tdk sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian diantara kedua uang tsb terjadilah percakapan,

 

yg Rp 100.000 bertanya kepada yang Rp 1000;

“Kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis…?”

 

dijawablah olehnya

“karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis”

 

Lalu Rp.1000.bertanya balik pada Rp 100.000;

“Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?”

 

dijawabnya;

“Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnyapun di restauran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu di jaga dan jarang keluar dari dompet”

 

lalu Rp 1000 bertanya lagi;

“Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? “

 

Dijawablah…

“Belum pernah”.

 

Rp 1000 pun berkata lagi;

“Ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at /minggu  aku selalu mampir di Mesjid2,vihara / gereja  dan ditangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidak dipandang manusia bukan sebuah nilai tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat… “

 

Akhirnya menangislah uang Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tdk begitu bermanfaat selama ini. jadi….Bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang  yang selalu mensyukuri nikmat dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong….(y)Aamiin..({}):)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.